"PERANGNYA BAGINDA RASULULLAH SAW"
... dan apa hubungannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
By. Rein
H+2 Pasca Real Count Pilpres 2019
Perangnya Rasulullah terjadi karena tak ada jalan lain selain perang dan benar-benar, sungguh dan sudah sangat amat mentok tak ada jalan lain lagi.
Paham tak maksudku? Penekanan di atas saya rasa sudah sangat jelas.
Nabi yang ditetapkan oleh Allah untuk menghadapi raja Firaun, tahu?
Sang nabi yang menghadapi raja kejam hingga mengakui dirinya sebagai tuhan pun masih diperintahkan oleh Allah agar berdakwah dengan lemah lembut. Tak pernah ada sejarah mengatakan bahwa sang nabi kasar dan keras (baik ucapannya maupun gerak tubuhnya), apalagi sampai menyatakan perang terhadap Firaun. Dia nabi Musa AS.
Ini raja Firaun loh! Kenal gak?! Raja maha kejam lagi maha kafir yang duduk merajai negeri Mesir.
Kalau sekarang paling mentok-mentok ada orang yang ngomong bahwa dia Nabi, bukan sampai bilang bahwa dirinya Tuhan.
Ini dia orang loh yang mengatakan dirinya Tuhan, tapi Allah melalui Nabi Musa AS masih diperintahkan untuk berdakwah dengan lemah lembut, penuh kesabaran, bijaksana lagi penyayang. Paham tak?
Kembali ke topik "Perangnya Rasulullah".
Baginda Muhammad SAW setahu saya tak pernah perang dibarengi dengan perasaan amarah dan dendam lagi maha benar. Catat!
Beliau berperang karena sudah benar-benar tidak ada jalan lain lagi. Sudah benar-benar amat sangat tak bisa dihindari lagi yang namanya berperang.
Kalau disinkronkan dengan masa sekarang yang terjadi di Indonesia, khususnya pilpres 2019 yang telah mengukir sejarah kelam dan mungkin tak terlupakan untuk anak cucu penerus bangsa, pihak lawan masih punya jalan lain, yaitu mengajukkan gugatan kepada yang bersangkutan perihal kecurangan.
Rasulullah berperang ibaratnya jika disinkronkan di masa kini adalah, beliau punya bukti yang konkret dan tak terbantahkan baik dari pihaknya maupun pihak sebelah yang menentang beliau. Ia dapat membuktikannya tanpa ada satupun "berkas" yang kurang. Paham tak?
PIHAK SEBELAH TAK BISA MEMBANTAH KEBENARAN TERSEBUT.
"Tapi kami tidak direspon! Gugatan kami tidak diterima dengan dalih tidak lengkap dan tidak kongkret!" Kata para pendukung.
Saya cuma bisa mengatakan bahwa pak Prabowo Subianto dan pak Sandiaga Uno bukanlah orang bodoh. Beliau-beliau ini tahu apa yang harus mereka lakukan ketika menghadapi masalah seperti di atas. Biarkan mereka bekerja dan kita berdoa sembari memohon kepada Allah agar segala macam yang terbaik untuk negeri dapat terwujud.
"Tragedi 1998 karena adanya massa! Jangan banyak bacot!"
Oke! Silakan ulangi tragedi tersebut!
Sekian dari saya yang tak ingin banyak berdebat, tapi satu hal yang ingin saya tekankan, Rasulullah SAW tak pernah berperang di atas perasaan amarah.
"Di sana Allahu Akbar, di sini Allahu Akbar, saya juga Allahu Akbar. Mana Allahu Akbar yang benar?!" Kata pak polisi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar